Strategi

Strategi pencapaian sasaran tersebut adalah:

  1. Konstruksi kurikulum yang terfokus pada ilmu perikanan terpadu dan berkelanjutan.  Konstruksi kurikulum ini direvisi setiap 4 tahun melalui beberapa rangkaian kegiatan, antara lain :
  2. Penelusuran dan penelaahan kurikulum dari beberapa Universitas di Indonesia yang memiliki kemiripan atau sama dengan Program Studi Ilmu Perikanan;
  3. Penelusuran perkembangan terkini Ipteks di bidang ilmu perikanan terpadu dan berkelanjutan.;
  4. Lokakarya kurikulum, untuk mendapatkan masukan menyangkut  mutu dan kompetensi yang seharusnya dimiliki lulusan dengan mendatangkan narasumber yang kompeten pada bidang kurikulum Ilmu Perikanan dan Kerangka Kualifikasi nasional Indonesia (KKNI), serta menghadirkan stakeholders dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, dan swasta, alumni yang bekerja pada berbagai bidang, perwakilan mahasiswa, serta dosen PS. Ilmu Perikanan;
  5. Diskusi internal yang dipimpin ketua tim ad hoc untuk merumuskan issue strategis (perkembangan Ipteks, KKNI, dan kurikulum pembanding), masukan-masukan dan harapan dari peserta lokakarya terhadap muatan kurikulum, proses pembelajaran, dan kualitas alumni Program Studi Ilmu Perikanan;
  6. Mengevaluasi kelayakan dan mutu mata kuliah (MK) dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada kompetensi ilmu perikanan terpadu dan berkelanjutan;
  7. Draf kurikulum Program Studi Ilmu Perikanan yang dihasilkan diselaraskan dan difinalisasi pada tingkat fakultas dengan melibatkan ketua-ketua program studi yang ada dalam lingkup fakultas;
  8. Tahap akhir adalah kurikulum diajukan ke senat fakultas dan universitas untuk memperoleh pengesahan.
  9. Mengoptimalkan dan menerapkan proses pembelajaran berbasis SCL.
  10. Revisi RPS dan Satuan Acara Pengajaran (SAP) mengikuti perkembangan ilmu perikanan terpadu dan berkelanjutan.
  11. Melakukan evaluasi dan revisi bahan ajar setiap awal semester.
  12. Mendorong dosen untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan kompetensinya baik di dalam maupun di luar negeri.
  13. Mendorong dosen untuk membuat modul/buku ajar pada setiap mata kuliah yang disajikan dan mengoptimalkan penggunaannya.
  14. Penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran selain pemanfaatan jurnal dan prosiding penelitian, juga memanfaatkan informasi dari internet berupa e-jurnal dan e-book.
  15. Meluangkan waktu seluas mungkin untuk berinteraksi dengan mahasiswa guna kelancaran proses pembelajaran.
  16. Melakukan evaluasi proses pembelajaran setiap akhir semester berjalan.
  17. Memaksimalkan kegiatan laboratorium/praktikum untuk meningkatkan hard/soft skill mahasiswa.
  18. Kerjasama dengan laboratorium lain di lingkungan Unhas, dan atau dengan instansi lain yang terkait dan perusahaan-perusahaan swasta yang berhubungan ilmu perikanan terpadu dan berkelanjutan .
  19. Meningkatkan upaya mendapatkan Proyek Hibah Kompetisi (PHK) agar dosen dapat melakukan penelitian ilmiah khususnya dalam bidang ilmu perikanan terpadu dan berkelanjutan.

Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke arah ilmu perikanan terpadu dan berkelanjutan.